Bangunan Bersejarah yang Wajib Dikunjungi Saat ke Surabaya

 Menyandang sebutan sebagai Kota Pahlawan, membuat kota Surabaya memiliki banyak bangunan bersejarah. Dari abad ke-12 pun, masyarakat yang berdomisili di Surabaya sudah terkenal dengan semangat juang dan keberanian mereka melawan penjajah. Coba deh, kalau kamu mau mengetahui banyak sejarah Surabaya, kamu cari hotel murah di Surabaya, dan menginap di sana barang dua atau tiga hari untuk berkeliling dan mengetahui sejarah kota itu lebih banyak lagi.

Para pejuang yang berasal dari Surabaya bukan hanya sekedar bertempur dengan segenap keberanian, tapi juga dengan keyakinan tinggi meski hanya melawan menggunakan bambu runcing di tengah musuh yang menggunakan sistem persenjataan yang canggih.

Sekarang, sudah terbayang kan sebesar apa nilai sejarah yang ada di dalam kota Surabaya. Untuk itu, penting bagi kamu buat setidaknya mengunjungi Surabaya sekali seumur hidup untuk mengetahui seperti apa bangsa ini dibentuk dengan mengunjungi bangunan bersejarah yang ada di Surabaya. Coba sekarang rencanakan perjalanan, beli tiket pesawatnya, pesan hotel online murah, lalu susun itinerary untuk mengunjungi bangunan bersejara berikut ini.


     Monumen Bambu Runcing



Bangunan yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Embong Kaliasin, Genteng ini didirikan sebagai dedikasi untuk para pahlawan yang telah gugur di medan perang dengan hanya menggunakkan bambu runcing untuk mengusir para penjajah yang bersenjata lengkap. Tak hanya sebagai sebuah monumen peringatan yang bernilai sejarah tinggi, tapi Monumen Bambu Runcing juga merupakan salah satu ikon kota Surabaya.

Sebagai patokan saat membuat itinerary kamu bisa melihat di peta kalau monumen ini sangat dekat dengan hotel Crown Prince Hotel Surabaya.


     Monumen Gubernur Suryo



Masih di dalam wilayah yang sama di Embong Kaliasin, Genteng, tepatnya di Jalan Gubernur Suryo, ada satu monumen dengan nilai sejarah yang tinggi. Kalau kamu menebak Monumen Gubernur Suryo, kamu seratus persen benar. Rasanya ada yang kurang deh kalau kamu ke Surabaya tapi tidak mengunjungi monumen ini.

Ada sebuah ukiran yang berada tepat di bawah monumen ini yang berisi kata-kata Gubernur Suryo pada masanya yang bermakna kalau beliau berpegang teguh dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Kalimatnya berbunyi seperti ini, "Berulang-ulang telah kita kemukakan bahwa sikap kita ialah lebih baik hancur daripada dijajah kembali. Juga sekarang dalam menghadapi ultimatum pihak Inggris kita akan memegang teguh sikap ini. Kita tetap menolak ultimatum itu."


     Monumen Jenderal Sudirman



Masih berada di sekitaran area Genteng, lebih tepatnya di Jalan Yos Sudarso, Ketabang, Genteng ada bangunan bersejarah lainnya, yakni Monumen Jenderal Sudirman. Pembangunan monumen ini memiliki tujuan untuk dedikasi terhadap masyarakat Jawa Timur. Ada sebuah fakta unik tentang Monumen Jenderal Sudirman. Monumen ini dibangun sengaja menghadap ke arah monumen bambu runcing dan dekat dengan Gedung Balai Kota.

Kalau kamu penasaran, coba kamu menginap di salah satu hotel murah di Surabaya yang dekat dengan monumen ini, dan sering sering lah berkeliling di sekitar sana untuk membuktikan sendiri kalau memang benar monumen tersebut dibangun menghadap langsung ke Monumen Bambu Runcing. Di dalam monumen ini terdapat berbagai benda bersejarah, salah satunya pahatan kata-kata dari Panglima Sudirman yang berisi semangat untuk terus berjuang, mempertahankan tanah air, dan tidak mudah menyerah dalam berjuang untuk bangsa dan negara.


     Monumen Kapal Selam



Monumen Kapal Selam atau yang kerap juga disebut atau dikenal dengan nama Monkasel ini berlokasi di Jalan Pemuda No. 39 di Embong Kaliasin, Genteng. Kalau kamu menghabiskan senja di sini, niscaya kamu bisa menikmati sore menjelang malam hari yang menyenangkan. Untuk bisa terus melewati Monkasel kamu disarankan untuk pesan hotel online murah di sekitar bangunan tersebut.

Monumen Kapal Selam adalah salah satu dari sekian banyak bukti perjuangan para pahlawan saat melawan penjajah di zama penjajahan dulu. Monkasel awalnya adalah kapal selam KRI Pasopati 410 yang digunakan untuk Operasi Trikora.

Selama menjelajahi berbagai sudut monumen ini, akan bisa dapat banyak sekali wawasan seputar dunia maritim dan juga kehidupan angkatan laut. Kerennya lagi, di sini kita bisa juga menonton film tentang peristiwa pertempuran Lautan Aru yang diputar pada waktu-waktu tertentu.


     Monumen Jalesveva Jayamahe



Monumen yang didirikan untuk mengingat sejarah maritim Indonesia yang amat berjaya ini wajib masuk ke dalam itinerary kamu selama berkunjung ke Surabaya. Memang kan negara kita sangat terkenal akan kekuatan maritim serta kekayaan lautnya.

Selama di sini, kamu bakal melihat patung seorang perwira TNI Angkatan Laut yang dengan gagahnya menghadap ke lautan lengkap dengan segala atribut perwira.

Tidak hanya jadi spot foto yang ciamik, tapi juga di sini kamu bisa menikmati pemandangan laut yang cantik, melihat ke dalam kapal-kapal perang, dan bahkan juga bisa membawa buah tangan khas atribut TNI Angkatan Laut. Monumen ini terletak di Jalan Taruna 1, Dermaga Ujung, Pelabuhan Tanjung Perak.

Itu tadi lima monumen penuh nilai sejarah yang harus dikunjungi saat kamu berada di Surabaya. Yang jelas, kalau kamu berkunjung ke Kota Pahlawan, kamu wajib untuk menginap di hotel murah di Surabaya dan pesan hotel online murah di dekat tempat-tempat bersejarah supaya makin bisa meresapi maknanya. Selamat liburan!



Bangunan Bersejarah yang Wajib Dikunjungi Saat ke Surabaya Bangunan Bersejarah yang Wajib Dikunjungi Saat ke Surabaya Reviewed by Admin on 16.56 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.